Ketika si kecil telah mampu berdiri, saat itu pula ia sudah dapat diajari untuk mandi sendiri. Sayangnya, belum banyak orangtua yang menyadari dan secara tak sengaja menunda pembelajaran ini.
Masih banyak orangtua yang meragukan kebersihan si kecil jika ia mandi sendiri, sehingga selalu berusaha memandikannya sendiri atau meminta bantuan pengasuh. Padahal, ia mungkin sudah mampu bila Anda mau mengajarkan dan melatihnya untuk membersihkan diri sendiri.
Orangtua yang tidak mempercayai buah hatinya untuk mulai mandi sendiri sejak balita, sebenarnya hal yang rugi karena masa ini adalah kesempatan emas Anda untuk membantunya belajar, sehingga ia tak terus bergantung pada orangtua yang membuat proses kemandiriannya terhambat.
Melalui belajar mandi, secara tak langsung si kecil memupuk rasa percaya diri dan meyakinkan dirinya bahwa ia mampu. Dengan diberi kepercayaan, ia pun akan merasa dirinya sudah besar. Rasa percaya diri juga yang mempengaruhi sikapnya kelak dalam berinteraksi dengan orang lain.
Jika si kecil tak pernah diberi kesempatan, sama saja Anda telah menghambat proses kepercayaan dirinya. Akibatnya ia akan takut bertindak karena khawatir disalahkan.
Sejak usia 1 tahun, orangtua sudah dapat mulai mengajari putranya untuk mandiri sendiri, meski hasilnya belum sesempurna yang diharapkan. Secara bertahap, sejalan dengan pertambahan usia anak, ketrampilan ini harus terus diajarkan, sehingga saat ia berusia 4 tahun, ia sudah dapat mandi sendiri, walau tetap dengan pengawasan orang dewasa.
Mengajarkan mandi perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anak. Anak usia 1 tahun yang baru bisa memegang gayung, mungkin belum mampu mengguyur tubuhnya dengan benar.
Setelah menyabuni tubuh, bantulah ia untuk menyabuni bagian-bagian yang sulit ia lakukan sendiri. Bantu pula untuk menyempurnakan pembasuhan tubuh, sehingga tak ada sabun yang tertinggal di tubuhnya.
Pada usia 2 tahun, seorang anak akan mulai mengalami kemajuan yang pesat. Ia sudah dapat mencuci rambutnya sendiri dan menyabuni tubuh dengan baik.
Makin tinggi usianya, ia pun akan semakin terampil dan semakin kuat untuk memegang gayung yang berisi air. Ia pun sudah mampu untuk mengeringkan sendiri badannya dengan handuk.
Saat si kecil sudah bisa mandi sendiri, umumnya ia akan senang berlama-lama di kamar mandi dan berkali-kali meminta untuk mandi. Ada baiknya orangtua untuk memberi toleransi waktu padanya.
Lihat kondisi si kecil, jika ia sehat, tidak masalah bila ia mandi selama 20-30 menit. Cek pula kesibukan Anda, jika Anda tak punya banyak waktu, untuk tahap awal biarkan anak mandi sendiri hanya jika sore hari.
Tetapi, Orangtua tetap perlu memberi tahu padanya, kapan ia harus selesai mandi. Beri peringatan jika waktu mandinya hampir habis. Jangan terpancing bila ia heboh menangis, tapi pancinglah ia dengan kegiatan menyenangkan lainnya. Misalnya sambil bercanda, "Kok jadi menangis? Ayo, pakai bedak, pakai baju. Kita kan mau main ke taman."
Bila pembelajaran ini Anda lakukan secara konsisten, anak akan tahu rutinitas tersebut, sehingga saat diberitahu waktunya habis, ia akan lagi mempermasalahkannya.




